Oleh : Fakhrul Radhi
Pada zaman ketika kecil selalu disampaikan orang tua, bahwa yang
paling penting adalah sehat dan selamat dunia akhirat. Kekuasaan dan
kekayaan tidak pernah dibahas karena pada kenyataannya para leluhur
itu bisa hidup berkecukupan, disisi lainnya membahas hal yang bersifat
duniawi dan tidak mendasar itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak
sopan atau hanya umbar nafsu saja.
Cukup itu artinya dapat menjalankan kehidupan dan jika memerlukan
sesuatu maka kebutuhannya sudah ada. Sesimpel itu. Pada kenyataannya
juga kebutuhan pada zaman itu palingan kesehatan, pendidikan, rekreasi
dan transportasi serta hal hal yang jauh lebih sederhana dibandingkan
dengan saat ini. Orang yang susah pasti ada walau tidak begitu
terlihat apalagi dizaman itu antar keluarga sudah sangat terbiasa
saling menolong dan berbagi serta memecahkan persoalan keluarga secara
komunal. Intinya kehidupan berkecukupan adalah ideal dan dasarnya
lebih kepada pemenuhan kebutuhan.
Kini zaman telah berubah keperluan yang harus dibiayai tidak lagi
hanya kepada kebutuhan tetapi sudah lebih ditentukan oleh keinginan
dan itu semua sangat ditentukan oleh iklan yang diterima, provokasi
lingkungan dan keluarga serta berbagai bujuk rayu yang sampai kepada
nya.
Belum lagi pada kenyataannya didalam sebuah rumah tangga pengaruh dari
luar rumah bisa menggoda kepada seluruh keluarga melalui berbagai
perangkat yang bermacam macam, apakah mulai TV dan seluruh jaringan
stasiunnya, PSP dan game lainnya, film dalam bentuk DVD atau online
internet apakah melalui komputer dan Handphone serta sms dllnya. Saat
ini didalam sebuah ruangan secara bersama menjadi belum tentu kita
sedang melaksanakan sebuah kebersamaan karena siap orang dalam ruangan
itu dirumah kita masing masing bisa saja sedang asyik dengan
perangkatnya sendiri.
Saat ini walaupun secara physik sangat dekat tetapi pada kenyatannya
bisa sangat jauh berjarak pada kenyataan batinnya. Setiap insan
semakin hari semakin punya dunianya sendiri, khayalan dan persepsi
tentang kehidupan yang sungguh sulit untuk diprediksi. Oleh karena
semakin sering terlihat tiba tiba ada jagoan baru yang menembaki teman
sekolahnya kemudian ia bunuh diri, atau seseorang tiba tiba ngamuk
dijalanan tanpa sebab yang jelas dan banyak lagi tindakan implusif
yang tiba tiba terjadi padahal sangat membahayakan orang lain dan
dirinya sendiri. Kondisi ini menggambarkan kadang kadang banyak orang
semakin tidak mengenali dunianya. Akibatnya karena tidak mengenali
dunia nya sendiri apalagi mengenali dunia orang lain.
Dunia telah berubah daridulunya dimana yang paling penting dipenuhinya
kebutuhan dan yang sangat dibutuhkan masyarakatnya saat ini menjadi
dunia yang kebutuhan masyarakatnya saja belum terpenuhi tetapi harus
mampu memenuhi keinginan berbagai pihak supaya memenuhi keinginan dan
aspirasinya. Oleh karenanya orientasinya menjadi pembangunan yang
seakan akan tanpa ujung yang jelas. Apa indikator aspirasi dan
keinginan. Dengan phylosopi yang baru itu maka Disatu sisi pertumbuhan
perekonomian bisa langsung booming kepuncak tetapi disisi lainnya pada
kesempatan lain bisa langsung meledak dan kempes sehingga hancur tanpa
bekas jika tempat pertumbuhan itu tidak sanggup melakukan transformasi
kepada fase yang lebih tinggi lagi.
Akibat dari meledaknya aspirasi dan keinginan ini maka Negara sering
kali harus punya kemampuan menyedot berbagai energy dan sumber daya
untuk mampu memenuhi kebutuhan, aspirasi dan keinginan masyarakatnya.
Bagi negara negara yang tidak sanggup maka sering kali terjadi
kekacauan dan disorientasi atau hilangnya kepercayaan masyarakatnya
kepada pemerintahan dan pemangku amanah dinegara tersebut. Hancurnya
Indonesia pada tahun 1998 s/d 2000 dan kehancuran USA dengan krisis
financial saat ini adalah sebuah contoh yang nyata. Pada kenyataan ini
memperlihatkan bahwa kerusakan dibidang ekonomi karena orientasi
tersebut berubah nyata berdampak perubahan juga pada kondisi
politiknya. Bagi kasus Indonesia sampai bukan hanya terjadinya
pergantian kepemimpinan nasional tetapi sistim politik dan
ketatanegaraannya berubah total sedangkan di USA baru sampai kepada
memilih Presiden diluar kebiasaan yang biasanya dipilih sebagai
Presiden. Perubahan yang terjadi sangat liar dan bergejolak seperti
ombak dilautan lepas.
Pada kasus indonesia perubahan ini menghasilkan rusaknya alam semesta
dan tata sosial yang sebelumnya dianggap sudah mapan, semuanya rontok
sehingga harimau dan gajah terpaksa
berebut lahan dengan manusia sehingga saling membunuh, tragis sekali.
Dan penyebabnya adalah berubahnya pola kesadaran yang tadinya cukup
untuk hidup yang berkecukupan menjadi kehidupan yang tergantung iklan
dan godaan lingkungan serta keinginan juga aspirasi dan tidak lagi
hidup dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk dapat hidup sehat dan
tenteram.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar